Jumat, 25 Agustus 2017

Sebuah Kisah Inspiratif dari Pensil dan Penghapus

Alkisah, ada sebuah pensil dan penghapus yang hidup berdampingan. Kemanapun mereka selalu bersama. Mereka punya satu tugas, yaitu menuliskan kisah terhebat di dalam hidup ini. Dalam menunaikan tugasnya, sang Pensil terus menerus berusaha menulis cerita yang indah. Mengukir kata demi kata, adegan demi adegan, gambaran cerita mahakarya kehidupannya.

Namun dalam tugasnya pula, Pensil beberapa kali melakukan kesalahan. Kadang guratan-guratan itu salah mengeja kata, kadang satu adegan menjadi kurang makna, dan bahkan satu paragraf penuh harus dibetulkan. Penghapus, teman setia sang Pensil, dengan sabar menghapus kesalahan-kesalahan yang dibuat sang Pensil. Membersihkan kata demi kata yang salah, menghilangkan guratan-guratan yang keliru, menyediakan tempat untuk menulis adegan baru yang lebih baik.

Hingga suatu saat sang Pensil berkata, “Maafkan aku Penghapus. Sesungguhnya aku merasa tak enak. Setiap kali aku membuat kesalahan, kamu selalu ada untuk menghapusnya. Namun seiring dengan itu, badanmu menjadi semakin kecil dan habis, kau menjadi semakin lemah, semakin tak berdaya.”

Sang Penghapus menjawab, “Tak apa Pensil. Sudah tugasku untuk menghapus kesalahan-kesalahanmu, membiarkanmu menulis adegan demi adegan baru dalam kehidupan, mengawasimu saat mulai paragraf baru, dan mengingatkanmu saat kau salah memulainya.”

“Bagaimana aku bisa membalas budimu, Penghapus?” Tanya sang pensil.

Lalu Penghapus menjawab, “Budiku tak perlu kau balas, hanya dengan melihat cerita mu yang indah, hatiku telah bahagia. Mungkin hanya satu harapanku, yaitu kau menjadi lebih bijak, lebih pintar, dan lebih mandiri. Sehingga saat badanku yang sudah usang ini habis, kau akan sanggup menghapus kesalahan-kesalahanmu sendiri, dan terus menuliskan hal-hal luar biasa dalam hidup di masa depan.”

Senin, 21 Agustus 2017

BUAT APA BERTEATER ?

Teater merupakan suatu kesenian yang dihadirkan lewat adegan-adegan yang dilakukan oleh aktor dan Aktris di atas pentas. Adegan-adegan yang dihadirkan tentu bukan adegan yang asal-asalan, akan tetapi semua itu tergantung dari jalan cerita yang ada dalam naskah dan intruksi dari sutradara. Dari sebuah pementasan teater, penonton bisa mendapatkan hiburan melalui cerita yang di sampaikan oleh para aktor dan Aktris. Hiburan yang di hadirkan oleh para aktor berupa emosi-emosi yang menggambarkan suatu cerita, dan hal tersebutlah yang bisa membuat penonton menikmati bahkan ikut larut dalam suasana cerita.
Di samping sebagai sebuah hiburan yang segar bagi penikmatnya, teater juga bisa dijadikan sebagai media pendidikan. Seringkali orang menyepelekan kegiatan teater, karena melihat hasil akhir sebuah pementasan saja. Kalau pentas itu menghibur, mereka akan mengatakan kalau teater itu penting. Tetapi kalau tidak menghibur dan menghadirkan rasa bosan kedalam pikiran karena tak paham sejak awal sampai akhir pementasan, teater dikatakan tidak penting. Padahal, kepekaan hati seseorang bisa diasah melalui tontonan teater. Hidup ini tak selalu harus tertawa, tetapi perlu melatih otak untuk berpikir.
Bagi anak, bermain teater akan memberikan banyak manfaat. Anak-anak yang di depan kelas biasanya tak berani menatap guru, di atas panggung ia berani menatap begitu banyak penonton. Rasa percaya diri ini akan meresapi kepribadian anak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diimbangi dengan pertumbuhan kemampuan anak berasosiasi, berimajinasi, daya pikir, daya empati, daya apresiasi, dan sebagainya, yang membuat anak sadar akan situasi sosial, nilai-nilai kebersamaan, nilai saling menghargai, dan lain-lain. Hal ini yang dimaksud dengan seni teater dapat digunakan mengembangkan "kecerdasan halus" anak.Dapat kita  bandingkan dengan anak yang sehari-hari berada di depan komputer, dan tak bisa bersosialisasi dengan orang lain, sehingga kecerdasan emosionalnya amat tipis. Umumnya, anak-anak teater cukup menonjol di sekolah, baik kecerdasan maupun kepribadiannya. Rata-rata anak yang sering bermain teater dengan bagus di  atas panggung, prestasi belajarnya di sekolah pun akan sangat baik. Selain itu, anak akan belajar mengambil hikmah dari setiap peran dan lakon yang dipentaskan. Biasanya teater mementaskan apa saja yang ada dalam kehidupan manusia dan alam. Dari sini anak akan belajar bagaimana hidup sebagai manusia dengan manusia lain secara manusiawi dan dapat hidup seimbang dengan alam.
Berteater jangan hanya dilihat sebagai sebuah permainan, pengisi waktu senggang, atau kegiatan selingan.
Teater adalah sarana pendidikan untuk pembentukan pribadi, memperbaiki penampilan, menumbuhkan percaya diri dan memahami bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.
Karena, "Siapapun bisa jadi Apapun".

Senin, 14 Agustus 2017

Apa Itu Teater ?


A. PENGERTIAN SENI TEATER
     Dalam sejarahnya, kata “Teater” berasal dari bahasa Inggris theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata “teater” dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan.
     Sedangkan secara istilah kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas untuk konsumsi penikmat.
     Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas.
     Teater dalam arti sempit dideskripsikan sebagai sebuah drama (perjalanan hidup seseorang yang dipertunjukkan di atas pentas, disaksikan banyak orang dan berdasarkan atas naskah yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.
     Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan.
     Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

B. FUNGSI SENI TEATER
     Peranan seni teater telah mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya teknologi. Seni teater tidak hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai seni, teater tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai afektif masyarakat, sarana untuk mengeluarkan pendapat, bahkan sarana untuk dakwah.

C. Unsur-unsur teater
1. Pemeran
     Pemeran merupakan orang yang memerankan tokoh tertentu. Ada tiga jenis pemain, yaitu peran utama, peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron, pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.
2. Sutradara
     Sutradara adalah seseorang yang memimpin jalanya sebuah produksi, dari pra produksi sampai pascaproduksi. Baik dari segi kreatif maupun teknis, dengan menggunakan sistem single kamera maupun multi kamera, di dalam ruangan atau di luar ruangan.
Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater. Contohnya kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain
Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
A. Tata Rias
     cara mendadandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan atau lebih menonjolkan karakter tokoh teater tersebut.
B. Tata Busana
     pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya pakaian sekolah berbeda dengan pakaian harian.
C. Tata Lampu
     Pencahayaan dipanggung.
D. Tata Suara
     Pengaturan pengeras suara.

D.Akting Yang Baik
     Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog
Dialog yang baik ialah dialog yang:
-Terdengar (volume baik)
-Jelas (artikulasi baik)
-Dimengerti (lafal benar)
-Menghayati (sesuai dengan tuntutan/        jiwa peran yang ditentukan dalam naskah).
Gerak
     Gerak yang baik ialah gerak yang:
-Terlihat (blocking baik)
-Jelas (tidak raguragu, meyakinkan)
-Dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
-Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah).
Improvisasi
    Improvisasi dalam keaktoran ialah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Biasanya terjadi secara serta merta karena di dukung oleh kondisi dan keadaan. Improvisasi bersifat spontan dan refleks. Biasanya di lakukan untuk mencairkan suasana, menutupi kesalahan, atau sebagai pengisi waktu jeda. Meski secara pengertian, definisi improvisasi dalam kehidupan dan dalam kesenian hampir sama, namun ada sedikit beda dalam hal yang di lakukan. Improvisasi membutuhkan spontanitas, kreatifitas, daya cipta, daya khayal serta kepiawaian dalam menguasai keadaan. Tapi tidak selamanya improvisasi berhasil menghadirkan hal-hal positif. Terkadang ada improvisasi yang gagal, di mana bukannya memperbaiki situasi malah memperkeruh suasana. Terlalu banyak melakukan improvisasi juga akan terkesan overacting.

Tanah Wasiat

Tanah Wasiat adalah sebuah naskah baru dari teater Empluk Jepara (E.T.J) yang bernuansa komedi ini, akan di rilis bulan ini (Agustus 2017).
Naskah garapan Denbaguse Munief Hisam (nama facebook), yang di perkirakan akan mewarnai dan menghibur penonton dalam perayaan hari kemerdekaan Republik indonesia.
Naskah ini, mengkisahkan tentang perjuangan warga indonesia terhadap bangsa asing yang telah memprovokasi warga setempat untuk menjual tanah warisan leluhur mereka dengan harga empat kali lipat yang nantinya tanah tersebut akan di jadikan pabrik sempak dan uler hongkong. Namun warga setempat menolak dengan tegas untuk menjual tanah warisan leluhur mereka. Berbagai strategi di lancarkan oleh kedua kubu tersebut dan akankah warga Indonesia berhasil mengusir bangsa Asing dari desa mereka ?
Kita nantikan pementasannya....

Ciri-ciri orang kreatif

     Pernahkah Anda bertanya apa ciri-ciri orang kreatif yang menjadi ciri khas seorang seniman, dan bagaimana mereka berpikir tentang sesuatu dengan cara yang berbeda?
     Penemu dan pemikir terbesar sepanjang sejarah tentu saja ada banyak dan memiliki latar belakang beragam. Namun mereka semua memiliki beberapa kesamaan, terutama dalam cara mereka melihat dunia ini, diantaranya;

1. Mereka tak pernah berhenti belajar
     Ciri-ciri orang kreatif mereka terus-menerus belajar. Mereka melihat setiap hari yang mereka miliki sebagai kesempatan untuk terus belajar sesuatu yang baru. Orang yang berpikir kreatif selalu ingin belajar. Ini merupakan kebiasaan yang paling menonjol dari orang-orang kreatif.

2. Mereka sangat suka berimajinasi
     Orang kreatif juga sering melamun atau menghayal. Mereka tahu bahwa pikiran memiliki kekuatan ketika mengembara. Dengan berimajinasi dan merenung, ide-ide akan bermunculan. Mereka yang memiliki pikiran kreatif sangat tahu mengenai kekuatan ini dan mereka tidak pernah melewatkan kesempatan berimajinasi.

3. Mereka selalu ingin tahu
     Kepo atau penasaran adalah sifat dari mereka yang berpikir kreatif. Mereka selalu ingin tahu  bagaimana sesuatu bekerja dan mengapa rasa ingin tahu ini mendorong mereka untuk terus belajar, mereka menyelidiki dan berusaha mencari ide-ide baru entah itu dari buku, novel, kehidupan di sekitarnya, atau dari orang-orang sukses yang juga memiliki ide-ide kreatif.

4. Mereka memiliki pertanyaan-pertanyaan besar
     Ciri-ciri orang kreatif lainnya adalah mereka selalu mendapatkan jawaban-jawaban besar dan hebat karena mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang juga besar dan hebat.
Mereka tidak takut untuk memimpikan sesuatu yang besar dan mereka juga tidak membatasi diri mereka dengan batasan apapun. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan besar mereka yang berpikir kreatif akan lebih dalam dan lebih jauh sumber permasalahan.

5. Mereka juga tahu bagaimana mengatakan tidak
     Untuk bisa menjadi seseorang yang kreatif, Anda juga harus bisa mengatakan tidak. Karena dalam suatu waktu, kita hanya bisa mengerjakan satu hal, sehingga apabila ada dua pilihan, Anda harus memilih yang terbaik.
Dengan mengatakan tidak untuk beberapa hal, mereka yang berpikir kreatif akan mendapatkan hal-hal besar yang menjadi fokusnya. Sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk menjalankan proyek-proyek mereka yang lebih penting.

6. Memiliki Sosok Pribadi yang Begitu Misterius
     Saking misteriusnya nih guys, orang kreatif tuh sama sekali nggak bisa ketebak melalui kepribadiannya, ia bisa saja menjadi sedih dan senang dalam tempo yang relatif berdekatan, kadang pula memiliki emosional yang tinggi, pokoknya ibarat bunglon deh mudah berubah-ubah.hihi
Kamu tau nggak kalau orang yang kreatif juga biasanya suka melamun. Itu dia guys mengapa mereka tampaknya seperti menutup diri dari lingkungannya tapi sebenarnya itu bukan alasan utamanya untuk menjudge mereka sebagai pribadi yang sombong, akan tetapi hal demikian dijadikan sebagai mediasi untuk mereka menemukan ide-ide yang luar biasa.

7. Mereka berpikir di luar kotak atau tanpa batasan
     Sebagian besar dari kita pasti sudah tahu bahwa karakteristik orang kreatif terutama adalah berpikir di luar batasan. Mereka cenderung memiliki pikiran yang nyeleneh namun ternyata sangat indah dan membantu jika direalisasikan.

8. Gampang bosan

     Mereka memandang hidup yang normal itu sangat monoton, rutin dan tidak menantang. Itu sebabnya mereka cepat bosan dan mencoba menghasilkan sesuatu untuk menceriakan hidupnya. Terciptalah sebuah karya, sebuah terobosan atau inovasi dari orang-orang kreatif yang diawali dari rasa bosan.